Dendam merupakan suatu sifat yang timbul akibat rasa marah,sakit hati, dan tidak terima terhadap perlakuan orang lain ataupun suatu lingkungan. Dendam dikategorikan sebagai keadaan marahnya seseorang yang berkesinambungan dan bisa membuat seseorang melakukan apa saja hingga kehilangan jati dirinya. karena dendam berwujud pada tindakan untuk membalas orang lain yang menjadi sumber rasa kebenciannya.
Bagi sebagian orang menganggap memupuk rasa dendam bisa menjadi cambuk bagi dirinya untuk menjadi orang yang lebih hebat dari orang yang dibencinya dan membalaskan apa yang sudah iya pendam. Persepsi seperti itu tidaklah benar. Karena Allah akan menutup pintu rezeki orang yang menyimpan dendam. Dendam juga akan menghanguskan amal atau pahala
seseorang dan kesengsaraan bagi dirinya berupa ketidaktenangan dan
ketidaktentraman hidup. Karena seseorang yang menaruh dendam dan sakit
hati, akan membiarkan perasaan-perasaan negatif memenuhi hati menjadikan
diri tidak tenang, tersiksa yang dipenuhi rasa marah, benci dan
berakibat serta mendorong timbulnya penyakit. Karena itu Islam sangat memperhatikan hal ini, termasuk dampak jelek terjadinya dendam terutama didalam
kehidupan . Islam tidak menginginkan umatnya menjadi pendendam, walaupun kepada orang kafir sekalipun.
Sabda Nabi saw: Orang mukmin itu bukanlah pendendam. Allah tidak menghendaki umatnya sebagai pendendam, melainkan menghendaki hamba-hamba-Nya menjadi pemaaf. Firman Allah :Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.(Al Araf: 199)
Seringkali dendam terjadi antar saudara yang menyebabkan putusnya tali persaudaraan dan hancurnya hubungan persaudaraan. Dendam
juga pernah merasuki khalifah Abu bakar ra, yang bersumpah untuk tidak
lagi menolong saudaranya, karena kesalahan yang dibuat saudaranya itu.
Akibat perbuatan itu, turunlah ayat Allah yang meminta Abu Bakar ra agar
mengutamakan kekeluargaan daripada memperturutkan dendam.
Firman Allah: Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (Annur: 22)
Untuk menghapus rasa dendam yang ada didalam diri, dapat dilakukan dengan mengingat bahwa semua manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dan semua makhluk adalah milikNya. hanya Ia yang dapat menghakimi para ciptaanNya. Belajarlah untuk memaafkan. Karena memiliki sifat pemaaf akan membuka pintu kebaikan dalam hidup. Melupakan kesalahan orang lain dengan ikhlas dapat membuat hati lebih tenang dan menganggunkan jiwa. "Tersenyumlah pada orang yang telah menyakitimu, maka ia akan menanggung malu seumur hidupnya"...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar